Tulisan ini membahas tentang konsep pemasaran. Diuraikan secara sederhana agar mudah di pahami

Definisi

Pemasaran adalah proses sosial dimana dengan proses itu individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan.

Upaya ini dilakukan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk dan jasa yang bernilai dengan pihak lain (Kotler, 2005).

Tjiptono (2008) memberikan definisi pemasaran sebagai proses sosial dan manajerial dimana individu atau kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan.

Upaya tersebut melalui penciptaan, pewarnaan, dan pertukaran dengan orang atau kelompok lain.

Dalam pemasaran terdapat empat variabel yang merupakan inti dari sistem pemasaran, dan dikenal dengan istilah bauran pemasaran (Marketing Mix).

Swastha (1984) mendefinisikan Marketing Mix sebagai kombinasi empat variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sitem pemasaran perusahaan.

Empat variabel tersebut antara lain ; produk, struktur harga, kegiatan promosi, dan sistem distribusi.

marketing mix

Mc.Carthy (dalam Swastha dan Handoko, 1987), marketing mix merupakan variabel-variabel terkendali (Controlable) yang dapat digunakan perusahaan untuk mempengaruhi tanggapan konsumen.

Marketing mix terdiri dari empat P, yaitu : Product (produk), Price (harga), Promotion (promosi), Place (tempat atau distribusi).

Berhasil atau tidaknya perusahaan mencapai tujuan tergantung caranya melakukan kegiatan pemasaran.

Perusahaan berusaha mempelajari dan memahami kebutuhan konsumen. Tujuannya untuk memperoleh pelanggan baru sekaligus mempertahankan pelanggan lama.

Manajemen pemasaran

Konsep manajemen pemasaran yang dikemukakan Kotler dan Amstrong (2001) sebagai analisis, perencanaan, penerapan, dan pengendalian program.

Konsep manajemen pemasaran dirancang untuk menciptakan, membangun, dan mempertahankan pertukaran menguntungkan dengan pasar sasaran.

Pemasaran menyangkut semua kegiatan manusia dalam hubungannya dengan pasar. Secara tidak langsung pasar merupakan tempat mewujudkan pertukaran potensial.

Contoh dam hal ini, penjual harus mencari pembali, menemukan dan memenuhi kebutuhan mereka, merancang produk yang tepat, harga tepat, menyimpan dan mempromosikan produk-produk. Tujuannya adalah memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen.

Oleh karena itu, pemilihan produk atau jasa selalu diikuti oleh konsep nilai dan kepuasan yan diharapkan.

Apabila pasar barang atau jasa ditawarkan berada dibawah penguasaan pembeli maka pihak pengusaha harus berorientasi pada pelanggan, tentu saja dengan memahami kebutuhan dan keinginan konsumen.

Tiga jenis saluran pemasaran

Kebanyakan perusahaan menyadari bahwa mereka membutuhkan pemasaran yang lebih kuat. Kotler (2000) menjelaskan bahwa untuk dapat mencapai pasar sasaran, pemasar mengunakan tiga jenis saluran pemasaran.

Pertama, merupakan saluran komunikasi (communication channels) digunakan untuk menyerahkan dan menerima pesan pembeli. Saluran komunikasi tersebut meliputi surat kabar, majalah, radio, televisi, ataupun internet.

Kedua, merupakan saluran distribusi yang digunakan untuk memamerkan dan menyerahkan produk fisik atau jasa kepada kepada pembeli atau pengguna.

Ketiga adalah saluran penjualan untuk mempengaruhi transaksi dengan pembeli potensial.

Konsep pemasaran adalah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan pelanggan merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan (Dhamanestha, Handoko, 2006).

Pemasaran sebagai ujung tombak suksesnya perusahaan

Pemasaran saat ini mempunyai peranan penting dan menjadi ujung tombak suksesnya perusahaan.

Ada tiga faktor dasar dalam konsep pemasaran untuk mengetahui adanya cara dan falsafah baru yang terlibat didalamnya

Seluruh perencanaan dan kegiatan perusahaan harus berorientasi pada pelanggan atau pasar.

Volume penjualan yang menguntungkan harus menjadi tujuan perusahaan, dan bukannya volume untuk kepentingan itu sendiri.

Seluruh kegiatan pemasaran dalam perusahaan harus dikoordinasi dan diintegrasi secara organisasi.
Orientasi pada pelanggan.

Perusahaan yang memperhatikan pelanggan harus :

  1. Menentukan kebutuhan pokok (basic need) pembeli yang akan dilayani dan dipenuhi kebutuhannya.
  2. Menentukan kelompok pembeli yang akan dijadikan sasaran penjualan, karena tak mungkin dapat memenuhi segala kebutuhan pokok konsumen, maka perusahaan harus memilih kelompok pembeli tertentu, bahkan kebutuhan tertentu.
  3. Menentukan produk dan program pemasarannya. Untuk menentukan kebutuhan yang berbeda-beda dari pembeli, perusahaan dapat menghasilkan barang yang berbeda-beda dan dipasarkan dengan program pemasaran yang berlainan.
  4. Mengadakan penelitian dan pelanggan untuk mengukur, menilai, dan menafsirkan keinginan, sikap, serta, perilaku mereka.
  5. Menentukan dan melaksanakan strategi yang paling baik, apakah menitik beratkan pada mutu yang tinggi, harga murah, atau model yang menarik.

Penyusunan kegiatan pemasaran secara integral (integrated marketing)

Pengintegrasian kegiatan pemasaran berarti bahwa setiap orang dan setiap bagian dalam pemasaran turut berkecimpung dalam usaha untuk memberikan kepuasan pelanggan.

Kepuasan Pelanggan (consumer satisfaction).

Tujuan konsep pemasaran ini untuk memperbaiki hubaungan konsumen karena hubungan yang lebih baik sangat menguntungkan perusahaan, dan dapat meningkatkan laba.

Dengan laba, perusahaan dapat tumbuh dan berkembang, serta dapat memberikan tingkat kepuasan lebih besar pada pelanggan.

Sebenarnya laba itu sendiri cerminan dari usaha perusahaan yang berhasil memberikan kepuasaan pada pelanggan.

Untuk memberikan kepuasan tersebut, perusahaan dapat menjual barang dan jasa paling baik dengan harga layak.

Ini tidaklah berarti bahwa perusahaan memaksimalkan kepuasaan pelanggan, tetapi perusahaan harus mendapatkan laba dengan cara untuk memberikan kepuasan pelanggan.

Daftar Pustaka

  1. Kotler, Philip. 2005 Manajemen Pemasaran, Edisi Kesebelas. Jakarta : PT. Indeks Kelompok Gramedia.
  2. Tjiptono, Fandy. 2008. Service, Quality & Satisfaction. Yogyakarta : Penerbit Andi.
  3. Basu Swastha. 1984. Manajemen Pemasaran Modern. Yogyakarta : Penerbit Liberty.
  4. Swastha, Basu dan T. Hani Handoko. 1987. Manajemen Pemasaran, Analisis Perilaku Konsumen. Yogyakarta : BPFE.
  5. Kotler dan Armstrong. 2001. Prinsip-Prinsip Pemasaran, Jilid I, Edisi 9. Jakarta : Erlangga.
  6. Kotler, Philip. 2000. Manajemen Pemasaran, Jilid 1, Edisi Millenium. Jakarta : Perhallindo.
  7. Dhamanestha, Basu Swastha dan T. Hani Handoko. 2006. Manajemen Pemasaran, Analisa Perilaku Konsumen. Yogyakarta : BPFE.

Samsul Arifin

Menyukai riset, statistik dan metodologi penelitian ilmiah Konsultan akademis untuk penelitian ilmiah (pendidikan,ekonomi,kesehatan dll) Aktif di PC Lakpesdam NU Kab. Mojokerto Biro penelitian, advokasi dan pemberdayaan SDM WA : 081939824558