Tulisan ini membahas tentang; konsep pemasaran global, yang meliputi ; pengertian, latar belakang dan orientasi manajemen pemasaran internasional.

Pemasaran Global

Pemasaran global merupakan langkah perusahaan memasuki pasar global. Pada era globalisasi ini, perusahaan dituntut melakukan pemasaran global supaya tidak tertinggal dengan perusahaan lain.Tujuan lainnya agar perusahaannya mampu bersaing.

Selain untuk mencapai tujuan financial perusahaan, pemasaran juga dapat menjadi pintu masuk bagi importir dalam memenuhi permintaan barang yang tidak tersedia di negaranya.

Strategi pemasaran global didefinisikan cara perusahaan yang ingin memasuki bisnis global dengan menpengaruhi pelanggan yang berasal dari luar negeri dan skala internasional.Tujuannya supaya tertarik terhadap produk yang dihasilkannya.

Griffin dan Pustay (1996) menegaskan bahwa dalam menyusun strategi pemasaran global ada tujuh factor kunci yang perlu dipertimbangkan, yaitu :

  1. Standarisasi atau kustomisasi
  2. Hukum dan ketentuan yang berlaku di suatu Negara
  3. Faktor ekonomi
  4.  Nilai tukar mata uang
  5. Pelanggaran sasaran
  6. Pengaruh budaya
  7. Persaingan

Berdasar faktor kunci tersebut, perusahaan dapat mengetahui apa yang harus dilakukan dalam melakukan pemasaran global.

Langkah apa saja yang bisa diambil supaya lebih efektif dalam melakukan pemasaran global.

Pengertian Pemasaran Internasional

Secara Klasik
Pemasaran internasional merupakan proses penyampaian barang dari produsen ke konsumen antar negara baik bilateral maupun multilateral. Biasanya produk yang diperdagangkan hanyalah produk fisik.

Secara Moderat
Pemasaran internasional merupakan aktivitas pemasaran antarnegara dengan maksud memuaskan konsumen baik bilateral maupun multilateral. Yang dipasarkan adalah produk fisik maupun non fisik (jasa).

Pemasaran internasional juga bisa diartikan sebagai implementasi pemasaran secara internasional, baik bilateral maupun multilateral.

Terselenggaranya pemasaran internasional berarti terjalinnya hubungan internasional baik bilateral maupun multilateral.

Selain itu istilah klasik pemasaran internasional lebih dikenal dengan perdagangan internasional dan bahkan akhir-akhir ini lebih dikenal dengan istilah pemasaran global.

Latar Belakang Terciptanya Pemasaran Internasional

Pandjaitan (2015) menjelaskan bahwa pemasaran internasional timbul karena hal-hal sebagai berikut:

Jenuhnya Pasar Dalam Negeri
Kejenuhan ini disebabkan karena data penjualan sudah mencapai titik maksimal untuk pasar dalam negeri.

Perusahaan berusaha mengambil manfaat dari kesempatan yang terbuka untuk melakukan pertumbuhan dan ekspansi.

Adanya Hubungan Diplomatik
Aspek politik menyebabkan timbulnya hubungan diplomatic sehingga mendorong terjadinya pemasaran internasional.

Perkembangan Ekonomi
Dalam perkembangannya, ekonomi dipengaruhi oleh hubungan simultan antara pendapatan negara yang ditimbulkan oleh ekspor dan impor.

Jika ekspor impor naik, pendapatan akan mengalami surplus. Sebaliknya, jika ekspor impor turun, maka pendapatan negara akan turun juga.

Usaha yang mendukung dan termasuk dalam perkembangan ekonomi

Pandjaitan (2015) menjelaskan bahwa macam-macam usaha yang mendukung dan termasuk dalam perkembangan ekonomi adalah sebagai berikut:

  1. Substansional, yaitu menghasilkan produk untuk diri sendiri.
  2. Ekspor bahan baku yang bersifat alasan atau belum diolah.
  3. Ekspor barang setengah jadi.
  4. Ekspor barang jadi.
  5. Ekspor barang hasil industri.
  6. Ekspor barang-barang kebutuhan industri.
  7. Adanya pengaruh aspek social budaya.
  8. Adanya pekembangan IPTEK.
  9. Adanya faktor alam.
  10. Adanya pertahanan keamanan.

Kekuatan-kekuatan yang mendasari pemasaran internasional

Selain hal-hal diatas, pemasaran internasional timbul karena didasari kekuatan-kekuatan sebagai berikut:

Orientasi Manajemen Pemasaran Internasional
Orientasi adalah asumsi atau keyakinan mengenai sifat dunia yang seringkali tidak disadari. Pendapat lain menyatakan bahwa orientasi berarti focus kajian mengenai sesuatu.

Ada lagi yang menyatakan bahwa orientasi adalah pendekatan tertentu untuk menjelaskan sesuatu.

Konsep ini diimplementasikan dalam pemasaran internasional dan telah dikembangkan menjadi empat yaitu:

Orientasi Etnosentris

Etnosentris adalah suatu keyakinan bahwa negeri asal sendirilah yang unggul. Dalam perusahaan etnosentris, operasi di luar negeri dianggap kurang penting jika dibanding domestik.

Operasi di luar negeri, terutama, dilakukan untuk melempar kelebihan produksi domestik.

Etnosentrisme muncul dari dominasi satu budaya atas budaya lainnya. Dominansi tersebut tidak hanya terkait budaya, namun termasuk keterampilan teknik, manual, mental dan bahkan etika dan moral.

Faktor psikologik yang membentuk etnosentris

Orientasi ini terbentuk secara alami karena beberapa faktor psikologik.

Sekelompok orang secara historikal memiliki kecenderungan bersatu secara alami, dan entah bagaimana pola perilaku kolektif mereka menjadi mirip dan serempak.

Budaya model etnosentrisme tergambar adanya rasa superioritas kelompok tentang tradisi asal muasal kelahiran mereka.

Mereka berpandangan etnosentris percaya bahwa cara yang mereka lakukan adalah yang terbaik.

Tidak peduli dengan adanya keterlibatan budaya bangsa lain. Mereka berpandangan etnosentris cenderung memproyeksikan nilai-nilai mereka terhadap orang lain.

Lebih jauh, bahwa etnosentris melihat budaya orang lain sebagai sesuatu yang asing, aneh dan hanya sedikit bernilai bagi mereka.

Mereka berasumsi bahwa strategi domestik adalah yang terbaik dan lebih unggul ketimbang strategi yang bersumber dari asing.

Mereka melakukan diversifikasi pasar domestik, dengan beroperasi pada pasar internasional.

Disamping itu mereka senantiasa membawa para manajer dari negara mereka, dengan tetap menerapkan hirarki organisasi yang terpusat pada markas mereka yang terletak di negara asal.

Namun demikian, dengan membawa manajer sendiri dari negara asal dapat memiliki beberapa dampak positif bagi negara tuan rumah (host countries).

Dampak positif tersebut seperti terdapat aliran pengetahuan baru yang bisa diamanfaatkan.

Sebaliknya, adanya perasaan lebih unggul terhadap budaya lain, dengan menerapkan kebiasaan domestik pada pasar luar negeri, mengkibatkan kurangnya daya elastisitas, keterbukaan dan fleksibilitas.

Dampaknya pada pada peningkatan biaya dan rendahnya efisiensi.

Orientasi Piliosentris

Polisentris adalah keyakinan yang didasari bahwa setiap negara unik dan berbeda. Cara meraih sukses adalah menyesuaikan diri dengan perbedaan unik setiap negara.

Tahap polisentris, anak perusahaan didirikan di pasar luar negeri. Setiap anak perusahaan bekerja independen dan menetapkan tujuan dan rencana pemasaran sendiri.

Pemasaran diorganisasikan dari negara per negara, dengan setiap negara mempunyai kebijakan pemasaran unik tersendiri.

Orientasi ini berdasar pada filosofi bahwa lebih baik menggunakan metode lokal untuk mengatasi permasalah lokal, ketimbang memaksakan solusi asing yang rentan mengundang pertentangan.

Orientasi Polisentris mengasumsikan bahwa tindakan manajer di berbagai negara tidak perlu dikendalikan secara ketat oleh kantor pusat di negara domestik. Hal ini sekaligus memberi kesempatan kebebasan dalam betindak.

Sayangnya, hal tersebut sering memicu kebebasan berlebihan, sehingga timbul kekacauan dan kurangnya koordinasi diantara cabang-cabang organisasi.

Bahkan para manajer lokal mulai enggan melaksanakan rekomendasi kantor pusat, akibat terlalu yakin pada pendiriannya dalam memahami pasar lokal.

Orientasi Regiosentris

Orientasi regiosentris mirip polisentris, namun organisasi polisentris tidak hanya mengakui adanya perbedaan pada pasar luar negeri, akan tetapi juga merasakan adanya kesamaan dari masing-masing pasar luar negeri.

Oleh karena itu mereka merasa perlu membuat pengelompokkan pasar yang sama berdasarkan wilayah, dengan mengidentifikasi ciri-ciri yang sama.

Dengan kata lain, adanya kesamaan pada pasar dalam satu wilayah atau kawasan, memicu pengembangan dan penggunaan strategi regional terpadu.

Dalam orientasi ini menyebutkan bahwa perusahaan memandang wilayah regional seluruh dunia sebagai suatu pasar.

Perusahaan juga mencoba mengembangkan strategi pemasaran terpadu

Orientasi Geosentris

Asumsi yang menyebutkan bahwa kita mungkin menemukan persamaan dan perbedaan untuk merumuskan strategi pemasaran terpadu dengan dasar persamaan dan perbedaan yang sebenarnya.

Organisasi yang berorientasi geosentris akan memperlakukan pasar luar negeri sebagai sebuah kesatuan, yakni sebagai pasar global.

Pasar global dipahami sebagai pasar tunggal, yang secara sosiologis dan ekonomis dianggap seragam.

Tentu saja, penyeragaman ini mengandung banyak penyederhanaan. Namun mereka meyakini bahwa sejumlah perbedaan dapat diabaikan, berdasar pada keyakinan bawa pelanggan akan menerima pendekatan yang universal.

Keegan dan Schlegelmilch (1999) berpendapat bahwa orientasi geosentris merupakan sintesis dari etnosentrisme dan polisentrisme, yang melihat adanya persamaan dan perbedaan pada dunia dalam konteks pasar dan negara.

Diperlukan strategi global yang sepenuhnya responsif terhadap kebutuhan dan keinginan lokal.

Orientasi geosentris berfokus pada mengambil manfaat dari skala ekonomi. Hal tersebut memicu peningkatan kualitas produk dan pelayanan yang ditawarkan dengan menggunakan sumber daya global secara efisien.

Daftar pustaka

  1. Keegan dan Schlegelmilch (1999). Manajemen Pemasaran Global. Jakarta : Indeks
  2. Griffin dan Pustay (1996). Bisnis Internasional. Sebuah Persepktif Manajerial Edisi 8. Jakarta : Airlangga
  3. Pandjaitan, Dorothy. 2015. Pemasaran Internasional. Program Studi Diploma III Pemasaran Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Lampung

Samsul Arifin

Menyukai riset, statistik dan metodologi penelitian ilmiah Konsultan akademis untuk penelitian ilmiah (pendidikan,ekonomi,kesehatan dll) Aktif di PC Lakpesdam NU Kab. Mojokerto Biro penelitian, advokasi dan pemberdayaan SDM WA : 081939824558