Konsep Lingkungan Kerja ini coba menjelaskan tentang definisi menurut para, ahli dan jenis jenis lingkungsn kerja. Semoga bermanfaat

Definisi

Pramudyo dalam Utami (2014) lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada disekitar. Kingkungan kerja tersebut berpengaruh terhadap diri karyawan dalam menjalankan tugasnya.

Lingkungan kerja adalah kehidupan sosial, psikologi, dan fisik dalam perusahaan yang berpengaruh terhadap pekerja dalam melaksanakan tugasnya.

Sebagaimana diketahui bahwa kehidupan manusia tidak terlepas dari berbagai keadaan lingkungan sekitarnya, antara manusia dan lingkungan terdapat hubungan yang sangat erat. Manusia selalu berusaha untuk beradaptasi dengan berbagai keadaan lingkungan sekitarnya.

Demikian pula ketika melakukan pekerjaan, karyawan tidak dapat dipisahkan dari berbagai keadaan disekitar tempat mereka bekerja, yaitu lingkungan kerja. Selama melakukan pekerjaan, setiap pegawai akan berinteraksi dengan berbagai kondisi yang terdapat dalam lingkungan kerja.

Lingkungan kerja adalah sesuatu yang ada disekitar para pekerja dan yang mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang dibebankan.

Selanjutnya, Sedarmayati (2016) menjelaskan bahwa lingkungan kerja merupakan kseluruhan alat perkakas dan bahan yang dihadapi, lingkungan sekitarnya dimana seseorang bekerja, metode kerjanya, serta pengaturan kerjanya baik sebagai perseorangan maupun sebagai kelompok.

Mangkunegara dalam Utami (2014) menjelaskan bahwa lingkungan kerja dalam perusahaan merupakan lingkungan dimana para karyawan tersebut melaksanakan tugas dan pekerjaan sehari-hari.

Lingkungan kerja merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan kinerja karyawan. Lingkungan kerja berpengaruh langsung terhadap karyawan didalam menyelesaikan pekerjaan. Pada akhirnya akan meningkatkan kinerja organisasi.

Suatu kondisi lingkungan kerja dikatakan baik apabila karyawan dapat melaksanakan kegiatan secara optimal, sehat, aman, dan nyaman.

Oleh karena itu penentuan dan penciptaan lingkungan kerja yang baik akan sangat menentukan keberhasilan pencapaian tujuan organisasi.

Sebaliknya apabila lingkungan kerja yang tidak baik akan dapat menurunkan motivasi serta semangat kerja dan akhirnya dapat menurunkan kinerja karyawan (Fauza, Wismantoro, 2014).

Setiap organisasi, baik skala besar, menengah, maupun kecil, semuanya berinteraksi dengan lingkungan dimana organisasi atau perusahaan tersebut berada.

Lingkungan itu sendiri mengalami perubahan-parubahan sehingga, organisasi atau perusahaan yang bisa bertahan hidup adalah organisasi yang bisa menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan.

Sebaliknya, organisasi akan mengalami kehancuran apabila tidak memperhatikan perkembangan dan perubahan lingkungan disekitarnya.

Kondisi lingkungan kerja dikatakan baik atau sesuai apabila manusia dapat melaksanakan kegiatan secara optimal, sehat, aman, dan nyaman.

Kesesuaian lingkungan kerja dapat dilihat akibatnya dalam jangka waktu yang lama lebih jauh lagi lingkungan-lingkungan kerja yang kurang baik dapat menuntut tenaga kerja dan waktu yang lebih banyak dan tidak mendukung diperolehnya rancangan sistem kerja yang efisien (Sedarmayanti, 2016).

Lingkungan kerja sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja seorang pegawai

Bambang (2013) menjelaskan bahwa lingkungan kerja merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja seorang pegawai.

Seorang pegawai yang bekerja di lingkungan kerja yang mendukung dia untuk bekerja secara optimal akan menghasilkan kinerja yang baik.

Sebaliknya jika seorang pegawai bekerja dalam lingkungan kerja yang tidak memadai dan tidak mendukung untuk bekerja secara optimal akan membuat pegawai yang bersangkutan menjadi malas, cepat lelah sehingga kinerja pegawai tersebut akan rendah.

Setiap organisasi, pada umumnya baik yang berskala besar, menengah, maupun kecil, semuanya akan berinteraksi dengan lingkungan dimana organisasi atau perusahaan tersebut berada.

Lingkungan itu sendiri mengalami perubahan-parubahan sehingga, organisasi atau perusahaan yang bisa bertahan hidup adalah organisasi yang bisa menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan.

Sebaliknya, organisasi akan mengalami masa kehancuran apabila organisasi tersebut tidak memperhatikan perkembangan dan perubahan lingkungan disekitarnya.

Terry (2012) menjelaskan bahwa lingkungan kerja dapat diartikan sebagai kekuatan-kekuatan yang mempengaruhi, baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap kinerja organisasi atau perusahaan.

Lingkungan kerja merujuk pada lembaga-lembaga atau kekuatan-kekuatan yang berada didalam maupun diluar organisasi tersebut dan secara potensial mempengaruhi kinerja organisasi itu.

Gomes (2014) menjelaskan lingkungan kerja adalah proses kerja dimana lingkungan saling berinteraksi menurut pola tertentu.

Masing-masing memiliki karakteristik dan/atau nilai-nilai tertentu mengenai organisasi yang tidak akan lepas dari pada lingkungan dimana organisasi itu berada, dan manusianya yang merupakan sentrum segalanya.

Sesuai dengan pendapat yang telah dikemukakan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa lingkungan kerja adalah komponen-komponen yang merujuk pada lembaga atau kekuatan yang berinteraksi langsung maupun tidak langsung menurut pola tertentu mengenai organisasi atau perusahaan yang tidak akan lepas dari pada lingkungan dimana organisasi atau peruasahaan itu berada.

Kinerja dalam suatu organisasi atau perusahaan dilakukan oleh segenap sumber daya manusia dalam organisasi, baik unsur pimpinan maupun pekerja.

Banyak sekali Faktor yang dapat mempengaruhi sumber daya manusia dalam menjalankan kinerjanya sehingga tujuan yang telah ditentukan sebelumnya dapat berubah.

Jenis Lingkungan Kerja

Mulyadi (2014) menjelaskan bahwa perusahaan tidak bisa lepas dari lingkungan kerja dan budaya organisasi. Dalam menjalankan kegiatan sebuah organisasi/perusahaan terdapat peran lingkungan yang sangat penting untuk membantu tindakan para manajer.

Oleh sebab itu lingkungan terdiri dari 2 yaitu lingkungan kerja secara eksternal dan lingkungan kerja secara internal.

  1. Lingkungan kerja eksternal adalah lingkungan yang tidak berkaitan langsung (kekuatan luar) kepada sebuah perusahaan/organisasi tetapi berpotensi untuk mempengaruhi kinerja organisasi. Adapun komponen lingkungan eksternal yang bisa mempengaruhi kinerja antara lain :
  2. Lingkungan khusus, yaitu bagian dari lingkungan yang secara langsung bisa mempengaruhi terhadap pencapaian tujuan organisasi, misalnya antara perusahaan dengan pelanggan, pemasok dengan perusahaan, bahkan pesaing.
  3. Lingkungan umum, yaitu kondisi lingkungan secara eksternal yang lebih luas lagi dan dapat mempengaruhi secara langsung tentang kegiatan organisasi perusahaan. Misalnya kondisi umum ekonomi nasional, kondisi politik, kondisi sosial dan budaya, serta kondisi teknologi.
  4. Lingkungan kerja secara internal adalah lingkungan kerja yang berkaitan langsung dan berpotensi untuk kegiatan organisasi perusahaan.
    Hubungan antara atasan dengan bawahan, yaitu terkait dengan kegiatan dari atasan (pimpinan yang harus dilaksanakan oleh bawahannya. Dengan demikian hubungan antara atasan dengan bawahan harus selaku kondusif, apabila hubungan tersebut kondusif tentu bawahan bekerja pun akan merasa nyaman, aman, dan terkhirnya karyawan atau pekerja akan lebih termotivasi dalam menjalankan tuganya.
    Hubungan atasan dengan atasan, yaitu setiap manajer atau pimpinan departemen akan mempunyai visi yang berbeda antara manajer satu dengan manajer yang lain departemen.
    Hubungan karyawan dengan karyawan, adalah sesama karyawan harus selalu menjaga hubungan industial yang baik, dengan saling bekerjasama dalam menjalankan tugasnya bagi pekerja yang bekerja secara kelompok atau beregu.

Sedarmayanti (2016) berpendapat secara garis besar, jenis lingkungan kerja terbagi menjadi dua, yaitu:

  1. Lingkungan Kerja Fisik
    Lingkungan kerja fisik adalah semua keadaan berbentuk fisik yang terdapat disekitar tempat kerja yang dapat mempengaruhi pegawai baik secara langsung maupun tidak langsung. Lingkungan kerja fisik dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu:
    Lingkungan kerja yang langsung berhubungan dengan pegawai seperti pusat kerja, kursi, meja, dan sebagainya.
    Lingkungan perantara atau lingkungan umum dapat juga disebut lingkungan kerja yang mempengaruhi kondisi manusia misalnya temparatur, kelembaban, sirkulasi udara, pencahayaan, kebisingan, getaran mekanik, bau tidak sedap, warna dan lain-lain.
    Untuk dapat memperkecil pengaruh lingkungan fisik terhadap karyawan, maka langkah pertama harus mempelajari manusia, baik mengenal fisik dan tingkah lakunya, kemudian digunakan sebagai dasar memikirkan lingkungan fisik yang sesuai.
  2.  Lingkungan Kerja Non Fisik
    Lingkungan kerja non fisik adalah semua keadaan yang terjadi yang berkaitan dengan hubungan kerja. Sumartono dan Sugito dalam Virgiyanti (2018) menjelaskan bahwa unsur-unsur lingkungan kerja non fisik yaitu: Hubungan atasan dengan bawahan (Pimpinan dengan karyawan), Hubungan antara karyawan dengan pemimpin, Hubungan antar karyawan

Perusahaan hendaknya dapat mencerminkan kondisi yang mendukung kerja sama antar tingkat atasan, bawahan maupun yang memiliki status yang sama. Kondisi yang hendaknya diciptakan adalah suasana kekeluargaan, komunikasi yang baik, dan pengendalian diri. Jadi lingkungan kerja non fisik ini juga merupakan kelompok lingkungan kerja yang tidak bisa diabaikan.

Daftar Pustaka
  1. Utami, Fitri Cinta. 2014. Pengaruh Kepemimpinan, Komunikasi, Disiplin Kerja, Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Kasus Pada Kantor BAPPEDA Kabupaten Sukoharjo). Naskah Publikasi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Akuntansi Universitas Muhammadiyah Surakarta
  2. Sedarmayanti. 2016. Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. Bandung : Mandar Maju.
  3. Bambang, Kusriyanto. 2013. Meningkatkan Produktvitas Karyawan. Jakarta : Pustaka Binaman Pressindo.
  4. Gomes, Cardoso. 2014. Manajemen Sumber Daya Manusia (Edisi Terjemahan). Yogyakarta : Andi Offset
  5. Virgiyanty, Bambang Swasto Sunuharyo. 2018. Pengaruh Lingkungan kerja Fisik dan Non Fisik terhadap Kinerja Karyawan (Studi pada Divisi Fresh PT. Trans Retail Indoensia (Carrefour) Plaza Tangerang City). Jurnal : Administrasi Bisnis Vol. 61 No. 2
  6. Mulyadi, 2014. Sistem Akuntansi, Cetakan ke Empat. Jakarta : Salemba Empat

Samsul Arifin

Menyukai riset, statistik dan metodologi penelitian ilmiah Konsultan akademis untuk penelitian ilmiah (pendidikan,ekonomi,kesehatan dll) Aktif di PC Lakpesdam NU Kab. Mojokerto Biro penelitian, advokasi dan pemberdayaan SDM WA : 081939824558