Tulisan ini coba menjelaskan Komunikasi Kerja, yang meliputi ; definisi, fungsi dan bentuk komunikasi. Semoga bermanfaat

Definisi

Rivai dalam Utami (2014) menjelaskan bahwa komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang tau lebih sehingga pesan dimaksud dapat dipahami.

Komunikasi adalah proses penyampaian pesan atau maksud yang dilakukan melalui satu pihak atau seseorang kepada pihak lain. Dilakukan secara langsung atau melalui media.

Bentuk cara berkomunikasi mampu mempengaruhi sampainya sebuah pesan secara cepat atau lambat termasuk pesan yang ditangkap salah dimengerti.

Komunikasi adalah suatu proses yang terjadi dalam suatu sistem, di mana ada sumber komunikasi yang mempengaruhi penerima untuk tujuan tertentu.

Dilakukan dengan memanipulasi signal, yang diteruskan melalui jalur komunikasi yang ada di antara sumber dan penerima.
Jika diterapkan di tempat kerja komunikasi dapat diartikan aktivtas hubungan timbal balik di lingkungan kerja dari atasan, bawahan dan sesama rekan kerja.

Fungsi Fungsi Komunikasi

Manusia yang merupakan mahluk pribadi dan juga mahluk sosial. Hubungan sosial sangat penting untuk menjalin rasa saling membutuhkan.

Manusia tidak bisa hidup sendirian tanpa bantuan dari adanya orang lain. Oleh karena itu hubungan sosial perlu dibina dengan baik.

Pertama, karena hubungan yang baik merupakan salah satu hal yang paling penting dalam mencapai kesuksesan.

Dengan adanya hubungan yang baik, seseorang merasa lebih nyaman, terlibat, dimengerti dan saling-percaya di antara mereka akan muncul keberhasilan di tempat kerja.

Kedua, Satu bahan yang paling penting dalam resep kesuksesan adalah tahu bagaimana caranya untuk berhubungan dengan orang lain.

Ketiga, bila orang berada dalam suatu hubungan baik, mereka bisa menjadi lebih kreatif bersama-sama dan lebih efisien dalam membuat keputusan.

Keempat, bahwa hubungan yang buruk, yaitu hubungan dengan tingkat kepercayaan yang rendah adalah pajak tersembunyi yang amat besar.

Kelima, hubungan yang kurang/tidak baik, khususnya hubungan yang diliputi rasa takut akan membekukan tempat kerja ; para pekerja merasa enggan untuk berbicara, berbagi gagasan-gasan baru, atau berkoordinasi dengan baik, apalagi memperbaiki kualitas keluaran mereka

Hubungan baik merupakan salah satu kunci keberhasilan kerja. Karyawan menjadi lebih kreatif dan lebih efisien dalam membuat keputusan.

Selain itu, di antara karyawan terdapat loyalitas yang luar biasa serta etika kerja yang kuat.

Fungsi akhir komunikasi

Fungsi akhir dari komunikasi adalah memfasilitasi pembuatan keputusan. Komunikasi menyediakan informasi yang diperlukan oleh individu dan kelompok untuk membuat keputusan dengan menyampaikan data untuk diidentifikasi dan mengevaluasi berbagai pilihan.

Tidak ada satu dari empat fungsi itu yang dipandang lebih penting dari pada yang lainnya. Agar kelompok berkinerja secara efektif mereka, perlu memelihara bentuk control atas anggotanya, merangsang para anggotanya berkinerja efektif menyediakan sarana untuk ekspresi emosi, dan membuat pilihan keputusan.

Dapat diasumsikan bahwa hampir setiap interaksi komunikasi yang terjadi dalam suatu kelompok atau organisasi melakukan satu atau satu fungsi komunikasi atau lebih.

Bentuk Komunikasi dalam Organisasi

Bentuk komunikasi dalam organisasi berjalan sebagai berikut ;

Dari Atas Ke Bawah

Dikatakan bahwa seorang manajer yang ingin menetapkan tugas tertentu pada bawahan akan menggunakan proses komunikasi dengan cara berikut: pertama manajer akan menentukan apa tugas yang harus dilakukan.

Manajer akan menyandikan dan mengirimkan pesan kepada bawahan secara akurat. Transmisi pesan itu sendiri merupakan alat yang sederhana sebagai manajer mengatakan kepada bawahan apa tanggung jawab baru yang diembannya.

Selanjutnya, bawahan akan memecahkan pesan yang dikirimkan oleh manajer untuk memastikan maknanya dan kemudian menanggapinya dengan tepat

Maksud utama komunikasi ke bawah adalah untuk memberi pengarahan, informasi, instruksi, nasehat/saran dan penilaian kepada bawahan. Serta memberikan informasi kepada para anggota organisasi tentang tujuan dan kebijaksanaan organisasi.

Siagian dalam Ardiansyah (2016) mengemukakan bahwa kesemuanya itu dalam rangka usaha manajemen untuk lebih menjamin bahwa tindakan, sikap dan perilaku para karyawan sedemikian rupa.

Tujuannya, agar kemampuan organisasi untuk mencapai tujuan dan berbagai sasarannya semakin meningkat yang pada gilirannya meungkinkan organisasi memenuhi kewajiban kepada para anggotanya

Gibson et al. dalam Ardiansyah (2016) mengemukakan bahwa komunikasi dapat mengalir dari tingkat yang lebih tinggi ke tingkat bawah organisasi; termasuk kebijakan manajemen, instruksi, dan memo resmi.

Komunikasi ke bawah (down-ward communication) dimulai dari manajemen puncak kemudian mengalir ke bawah melalui tingkatan-tingkatan manajemen sampai ke karyawan lini dan personalia paling bawah.

Dari beberapa pendapat tersebut maka dapat disimpulkan komunikasi ke bawah adalah komunikasi yang mengalir dari manajemen puncak kemudian mengalir ke bawah melalui tingkatan-tingkatan manajemen sampai ke karyawan lini dan personalia paling bawah untuk menyampaikan tujuan.

Komunikasi ke Atas

Komunikasi ke atas penting karena beberapa alasan, yaitu:

Aliran informasi ke atas memberi informasi berharga untuk pembuatan keputusan oleh mereka yang mengarahkan organisasi dan mengawasi kegiatan orang-orang lainnya.

Komunikasi ke atas memberitahukan kepada penyelia kapan bawahan mereka siap menerima informasi dari mereka dan seberapa baik bawahan menerima apa yang dikatakan kepada mereka.

Komunikasi ke atas memungkinkan bahkan mendorong omelan dan keluh kesah muncul ke permukaan sehingga penyelia tahu apa yang mengganggu mereka yang paling dekat dengan operasi-operasi sebenarnya.

Komunikasi ke atas menumbuhkan apresiasi dan loyalitas kepada organisasi dengan memberi kesempatan kepada karyawan untuk mengajukan pertanyaan dan menyumbang gagasan dan saran-saran mengenai operasi organisasi.

Komunikasi ke atas mengizinkan penyelia untuk menentukan apakah bawahan memahami apa yang diharapkan dari aliran informasi ke bawah.

Komunikasi ke atas membantu karyawan mengatasi masalah pekerjaan mereka dan memperkuat keterlibatan mereka dengan pekerjaan mereka dan dengan organisasi tersebut.

Komunikasi Menyilang (Horizontal)

Komunikasi menyilang atau komunikasi lateral meliputi aliran informasi secara horizontal, dengan orang pada level organisasi yang sama atau setara, dan aliran informasi secara diagonal, dengan orang pada level yang berbeda yang tidak memiliki hubungan melapor secara langsung.

Jenis komunikasi ini digunakan untuk mempercepat aliran informasi, untuk meningkatkan pemahaman, dan untuk mengkoordinasikan usaha-usaha dalam mencapai tujuan organisasi.

Penelitian dan pengalaman menunjukkan bahwa komunikasi horizontal muncul paling sedikit karena enam alasan berikut :

  1. Untuk mengkoordinasikan penugasan kerja. Para karyawan saling bertemu untuk meng koordinasikan pembagian tugas
  2. Berbagi informasi mengenai rencana dan kegiatan. Bila gagasan beberapa orang menjanjikan hasil yang lebih baik dari gagasan dari satu orang, komunikasi horizontal menjadi amat penting.
  3. Untuk memecahkan masalah. Komunikasi antara sesama karyawan, terutama dalam satu amat baik digunakan sebagai sarana memecahkan masalah.
  4. Untuk memperoleh pemahaman bersama. Pertemuan dan pembicaraan, misalnya, di antara dosen yang tingkat organisasinya sama dan jurusan/program studi yag sama amat penting untuk mencapai pemahaman yang sama.
  5. Untuk mendamaikan, berunding, dan menengahi perbedaan. Individu-individu sering mengembangkan pilihan dan prioritas yang akhirnya sering menimbulkan ketidaksepakatan. Bila hal ini terjadi, komunikasi horisontal di antara para karyawan dalam unit kerja amat penting.
  6. Untuk menumbuhkan dukungan antar pribadi. Kebanyakan komunikasi horizontal bertujuan untuk memperkuat ikatan dan hubungan antar pribadi.
Daftar pustaka
  1. Utami, Fitri Cinta. 2014. Pengaruh Kepemimpinan, Komunikasi, Disiplin Kerja, Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Kasus Pada Kantor BAPPEDA Kabupaten Sukoharjo). Naskah Publikasi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Akuntansi Universitas Muhammadiyah Surakarta
  2. Ardiansyah, Dimas Okta. 2016. Pengaruh Komunikasi Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Dimediasi Oleh Kepuasan Kerja (Studi Pada Bagian Produksi Pabrik Kertas PT. Setia Kawan Makmur Sejahtera Tulungagung).Jurnal : Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol. 3 No.1, Januari 2016

Samsul Arifin

Menyukai riset, statistik dan metodologi penelitian ilmiah Konsultan akademis untuk penelitian ilmiah (pendidikan,ekonomi,kesehatan dll) Aktif di PC Lakpesdam NU Kab. Mojokerto Biro penelitian, advokasi dan pemberdayaan SDM WA : 081939824558