Tulisan ini membahas tentang definisi kepemimpinan dalam sebuh perusahaan. Diuraikan definisi kepemimpinan dari para ahli.semoga bermanfaat

Definisi Kepemimpinan

Handoko (2003) dalam Priyono (2007) Kepemimpinan menurut menjelaskan kepemimpinan sebagai kemampuan yang dipunyai seseorang untuk mempengaruhi orang lain agar bekerja sesuai tujuan.

Stoner,dkk (1996) dalam Priyono (2007) mendefinisikan kepemimpinan sebagai, Proses mengarahkan dan mempengaruhi aktifitas yang berkaitan dengan pekerjaan dari anggota kelompok.

Hendiyat dan Wasty, (1982) dalam Bukit, dkk (2017) mendefinisikan kepemimpinan sebagai perilaku yang ada pada diri seseorang untuk berinteraksi dengan lingkungan dan berperan serta di dalamnya untuk mencapai tujuan hidupnya.

Kepemimpinan sebagai kemampuan mempengaruhi orang lain

Kepemimpinan adalah kemampuan dan kesiapan yang dimiliki seseorang untuk dapat mempengaruhi, mendorong, mengajak, menuntun, menggerakkan dan kalau perlu memaksa orang lain.

Tujuannya agar ia menerima pengaruh itu selanjutnya berbuat sesuatu yang dapat mencapai suatu maksud atau tujuan tertentu.

Daft (2003) dalam Priyono (2007) kepemimpinan didefinisikan sebagai, kemampuan mempengaruhi orang lain yang mengarah pada pencapaian tujuan.

Kepemimpinan dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah merupakan suatu cara bagaimana seorang pemimpin menggunakan pengaruhnya untuk mencapai tujuan organisasi melalui hubungan yang baik dengan bawahan.

Kepemimpinan menurut Nawawi dan Martini (1995) adalah kemampuan/ kecerdasan mendorong sejumlah orang (dua orang atau lebih) agar bekerja sama dalam melaksanakan kegiatan -kegiatan yang terarah pada tujuan bersama.

Dalam organisasi modern saat ini sedang mengalami sejumlah perubahan penting yang mengelilingi pencapaian kesuksesan.

Penguasa yang tidak fleksibel, otoriter dimasa lalu telah digantikan oleh pemimpin yang Iebih partisipatif dan visoner (Lews, et aL, 2004 dalam Priyono, 2007).

Para pemimpin dalam Iingkungan usaha saat ini tidak lagi takut akan perubahan, harusnya para pemimpin seharusnya menyukai dan lebih senang mempengaruhi perubahan.

Kualitas hubungan (relasi) antara pemimpin dan bawahan

Efektifitas pemimpin dalam menghadapi aktifitas organisasi sekarang ini sangat ditentukan oleh kualitas hubungan (relasi) antara pemimpin dan bawahan.

Hubungan yang terjalin antara pemimpin dengan bawahan hendaknya tidak hanya sebatas hubungan kerja formal dimana pemimpin bertindak sebagai atasan bagi bawahan mereka dalam organisasi.

Hubungan tersebut harus terjalin secara luas dimana pemimpin dapat berindak sebagai patner bagi bawahan mengatasi berbagai hambatan dan dapat memotivasi bawahan untuk berprestasi dalam pekerjannya.

Karena itu keberadaan seorang pemimpin merupakan hal yang sangat mutlak diperlukan dalam suatu organisasi, baik organsiasi pemerintah maupun swasta ataupun organisasi profit maupun non profit.

Kesuksesan suatu perusahaan akan sangat ditentukan pada peranan pemimpin dalam mengelola sumber daya organisasi dan menjalankan segala aktivitas organisasi secara optimal.

Rivai (2014) dalam Bukit, dkk (2017) menjelaskan bahwa kepemimpinan dapat dikatakan sebagai peranan dan juga suatu proses untuk mempengaruhi orang lain.

Yuki (1989 dalam Priyono (2007), mengatakan bahwa leadership (kepemimpinan) adalah proses dimana seseorang individu mempengaruhi anggota group yang lainnya untuk mencapai tujuan organisasi.

Menurut Freeman dan Taylor, kepemimpinan adalah kemampuan untuk menciptakan kegiatan kelompok mencapai tujuan organisasi dengan efektivitas maksimum dan kerjasama dari tiap-tiap individu.

Lebih lanjut Koontz dan Weihrich, mengemukakan bahwa kepemimpinan merupakan pengaruh, seni atau proses untuk mempengaruhi orang lain sehingga tujuan yang ditetapkan dapat dicapai dengan baik. (G.L. Freeman and E.K.Taylor, 1988).

Kepemimpinan menurut Luthans (1981) dalam Priyono (2007) didefinisikan sebagai suatu interaksi antar anggota suatu kelompok, dimana pemimpin merupakan agen perubahan dan merupakan orang yang perilakunya akan lebih mempengaruhi orang lain daripada perilaku orang lain yang mempengaruhi mereka.

Kepemimpinan merupakan topik menarik dan paling banyak dibahas dalam manajemen. Berbagai definisi disampaikan oleh para praktisi organisasi maupun para pakar sumber daya manusia untuk menunjukkan arti pentingnya kepemimpinan dalam suatu organisasi.

Kepemimpinan timbul ketika satu anggota kelompok mengubah motivasi dan kompetensi anggota lainnya di dalam kelompok.

Sosik (1997 dalam Priyono, 2007) kepemimpinan sebagai pusat proses, aktivitas, hubungan dan perubahan kelompok.

Kepemimpinan yang efektif menggunakan pengaruh dengan maksud untuk mencapai tujuan organisasi dengan jalan meningkatkan produktivitas, inovasi, kepuasan dan komitmen terhadap pekerjaan.

Tiga implikasi dari kepemimpinan

Definisi tersebut terdapat tiga implikasi penting, yakni ;

  1. Kepemimpinan menyangkut orang lain (bawahan atau pengikut). Bawahan yang bersedia menerima pengarahan dan atasan akan membantu proses kepemimpman dapat terlaksana,
  2. Kepemimpinan menyangkut pembagian kekuasaan. Pemimpin mempunyai wewenang untuk mengarahkan berbagai kegiatan para anggota kelompoknya, tetapi para anggota kelompok tidak dapat mengarahkan kegiatan-kegiatan pemimpin secara langsung
  3. Kepemimpinan yang menggunakan pengaruh. Dalam menghadapi perubahan yang sangat pesat dan tekanan-tekanan persaingan bisnis yang semakin meningkat, perusahaan dipaksa untuk melakukan efisiensi dan efektivitas yang tinggi terhadap aktivitas organisasi.

Para pemimpin dituntut untuk memikirkan kembali secara radikal cara mengelola sumber daya manusia dan institusinya (Kuhnert dalam Bass, 1994 dalam Priyono, 2007).

Para pemimpin harus terus menerus berupaya mengembangkan kapasitas dan kemampuan sumber daya manusianya sejalan dengan berbagai perubahan aturan main (rule of the game) dalam industri dan persaingan yang terjadi secara cepat.

Implikasi dan semua hal tersebut adalah munculnya kebutuhan akan kepemimpinan baru dalam style (berkaitan dengan apa yang dilakukan pemimpin), dan skill (berkaitan dengan bagaimana pemimpin dapat bekerja secara efektif) utituk menghadapi perubahan lingkungan yang berlangsung semakin cepat (Luthans, 1995 dalam Priyono, 2007).

Apabila Style, activities dan skill yang dilakukan dengan tepat, pemimpin diharapkan dapat mewujudkan kesuksesan organisasi dalam jangka panjang.

Bukit, dkk (2017) menyimpulkan bahwa kepemimpinan membutuhkan orang yang mempunyai kemampuan dalam melaksanakan roda organisasi dengan cara apapun untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi.

Daftar pustaka
  1. Bukit, Benjamin, Malusa, Tasman dan Rahmat, Abdul. 2017. Pengembangan Sumber Daya Manusia. Teori, Dimensi Pengukuran, dan Implementasi dalam Organisasi. Yogyakarta. Zahir Publishing
  2. Priyono. 2007. Pengantar Manajemen. Sidoarjo : Zifatama Publising

Samsul Arifin

Menyukai riset, statistik dan metodologi penelitian ilmiah Konsultan akademis untuk penelitian ilmiah (pendidikan,ekonomi,kesehatan dll) Aktif di PC Lakpesdam NU Kab. Mojokerto Biro penelitian, advokasi dan pemberdayaan SDM WA : 081939824558